Tampilkan postingan dengan label fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fun. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #12. Walkie Talkie

#CeritaDariKamar Day12

Ciee #CeritaDariKamar, proyeknya kak Bara udah nyampe di hari ke-12. Dan masih, saya berharap semoga bisa menuntaskan tantangan ini sampai hari ke-31 nanti. Dan nggak lupa, mengharap keberuntungan --- biar paling nggak salah satu cerita saya terpilih untuk dibacakan onair. Tapi, bener juga kata kak Bara, kalau proyek nulis #CeritaDariKamar ini lebih untuk kepuasan batin diri sendiri. Dan saya setuju. Jadi kalau dalam sehari belum nulis satu #CeritaDariKamar itu rasanya masih punya hutang yang bikin hati ngganjel.

*Back to the topic*
Tema #CeritaDariKamar saya hari ini nggak jauh-jauh amat dari cerita saya kemarin yang berjudul "Inget BRICK GAME?". Iya, bener banget. Cerita saya ini masih akan membahas tentang satu mainan masa kecil yang masih tersimpan rapi sampai di hari ini.





Walkie talkie, itu mainannya. Kata bapak, dulu pas masih kecil --- tepatnya TK, saya pernah nonton film entah apa. Dan dalam film itu, ada orang berkomunikasi pakai walkie talkie beneran. Dan saya pengen. Tapi, nyari-nyari nggak ketemu. Sampai akhirnya, di suatu hari yang diberkahi Allah, akhirnya nemu juga walkie talkie ini di toko. Awalnya nggak boleh beli, tapi ujung-unjungnya,saya keluarkan senjata pamungkas. Iya, nangis sekeras-kerasnya sampai yang punya toko risih. Akhirnya, ini walkie talkie berhasil kebawa pulang juga. Hehehee...

Kalau main walkie talkie ini biasanya sama satu-satunya kakak saya. salah satu dari kami akan berada di belakang rumah, sementara yang satu lagi di depan rumah. And it works! Biasanya, kami main polisi-polisian gitu. Ceritanya lagi nggerebek atau ngejar penjahat gitu. Duh! Kangen deh main kayak gitu lagi.

Sayangnya, walkie talkie ini udah rusak. Jadi sekalipun baterai sudah diganti, mainan ini sudah tidak berfungsi lagi seperti sedia kala, sehingga yang akan terdengar hanyalah bunyi kemresek.

Sama halnya dengan brick game kemarin, mainan ini sempet diminta sama sepupu. Tapi lagi-lagi, saya nggak kasih izin karena --- ya, tahu kan, kenangannya banyak.
Begitulah, kisah bersejarah antara saya dan walkie talkie ini. Jadi pengen kembali ke masa kecil barang cuma sehari :)


Salam dari mantan polisi-polisian.
Bye.

Minggu, 11 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #11. Inget BRICK GAME?

Selamat malam bloggers yang berbahagia,
Seperti biasa, kali ini saya mau setor #CeritaDariKamar buat proyeknya kak Bara, dan yang mau saya bahas kali ini adalah sebuah permainan jadul yang saya nggak tahu pasti namanya apa. Tapi yang jelas, "BRICK GAME 9999 in 1" adalah tulisan yang terbaca di mainan itu. Inget? Pernah punya? Yang kayak gini nih...



 


Saya juga nggak tahu kenapa saya suka nyimpen mainan-mainan masa kecil. Kalau ngelihat itu mainan terus keinget masa kecil itu rasanya --- emm. Saya yakin, kalian juga pasti pernah merasakan era populernya permainan ini. 

Saya masih inget banget, mainan ini saya beli waktu lagi jalan-jalan sama keluarga besar di kebun binatang --- lupa kebun binatang yang dimana. Kalau nggak Jogja ya Solo, tapi kayaknya Jogja sih. Dan saat itu saya masih TK. Jadi, di sepanjang jalan gitu, banyak yang jualan mainan. Dan karena saudara-saudara saya pada beli, saya juga ikutan beli. Padahal sebenernya di rumah udah ada "BRICK GAME" yang lebih unyu. Iya, unyu. Bentuknya hello kitty, warnanya biru. Bayangin deh, unyu banget kan? Sebuah brick game yang sepertinya tercipta untuk gadis kecil yang juga unyu-unyu gitu *kemudian ditoyor*. Tapi sayangnya udah rusak. Itulah sebabnya saya beli lagi yang warna hijau ini, dengan bentuk yang standar. 

Sayang banget ya, nggak ada foto brick game yang bentuk hello kitty *nangis*. Tapi setelah googling, ya kira-kira seperti ini bentuknya....

 (Cuma, punya saya warnanya biru.. Imut kan? Kayak saya?)


Dan entah sekarang udah dimana. Ngomong-ngomong, proses rusaknya agak tragis juga loh. Jadi waktu itu,  saya dan kakak saya (saya belum sekolah --- dan kakak saya lebih tua 7 tahun dari saya) bertengkar layaknya dua kakak beradik. Jambak-jambakan, cubit-cubitan, ya gitu deh. Tapi kemudian, semua berakhir dengan tangisan saya yang panjang waktu kakak saya ngelempar brick game hello kitty saya itu ke arah pintu, sampe bagian kepala dan badannya hampir copot *nangis lagi*. Duh, andai waktu itu ngak bertengkar, mungkin si hello kitty masih saya simpen. Ngomongin game jaman dulu jadi keinget tamagochi telur warna biru saya yang jga sudah raib. Ya tinggal brick game hijau ini kayaknya yang masih kesimpen sampai sekarang. Jangan ngilang ya, nak!

*Back to the green brick game*
Sampai sekarang, brick game saya ini masih bisa dimainin loh. Cuma baterainya aja yang musti diganti. Bahkan sepupu saya yang sekarang masih SD suka mainin ini. Padahal ini dari jaman saya TK. Waktu itu sempet diminta sepupu saya itu sih, intinya dia mau ambil alih kepemilikan brick game ini. Tapi nggak saya kasih izin. Bukannya jahat, pelit atau gimana. Bukan soal uang atau apa. Tapi ini sejarah. Boleh pinjem, tapi balikin ya, karena banyak kenangan di dalamnya....


Salam dari Mainan Jadul.
Bye.

Senin, 05 Agustus 2013

Traveling : Medan, Sumatera Utara - Day1


 Day 1
Haloh teman blogger semuanyah.
Lama banget saya nggak nulis tentang review perjalanan setelah terakhir ngepost soal Goa Pindul di Jogjakarta. Well, kali ini saya mau share pengalaman saya traveling ke Sumatera Utara. Yep, kota Medan dan sekitarnya meheheee.


            To be honest, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di ranah Sumatera. Ciyusan, sebelumnya saya nggak pernah keluar Pulau Jawa selain ke Bali waktu study tour jaman SMP. Nah, kenapa ke Sumatera Utara?


            Jadi, ceritanya beberapa waktu yang lalu kakak saya ditugaskan untuk berdinas di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang mana deket sama yang namanya kota Medan. Kebetulan banget, saya punya keluarga (Pakdhe) yang sudah lama berdomisili di Medan. Awalnya, kami mengira kalau kakak saya musti kesana waktu saya lagi musim ujian. Jadi, waktu itu rencananya yang nganter kakak saya cuma Ibu, sementara Ayah saya menemani saya mempersiapkan mental dan fisik menghadapi Ujian Nasional. Padahal saya belum pernah ke Medan *nangis dulu*.

            Tapi, yang namanya rejeki emang nggak disangka-sangka. Ternyata keberangkatan mundur setelah semua yang namanya ujian beserta tetek-bengeknya itu lenyap hahaha. Saya pun optimis untuk bisa ikut nganterin kakak ke Medan. Lalu--- kendala lain datang. Sebenernya ini adalah kabar baik. Jadi, saya dinyatakan lolos tes STIS tahap pertama dan harus mengikuti tes tahap 2 yang jadwalnya hampir nubruk sama jadwal di Medan. Nah loh! Ini susyeh banget sumpah, antara masa depan dan kesempatan bersenang-senang. Akhirnya, kami berangkat sekitar seminggu sebelum tes itu diadakan. Jadi, kami disana sekitar 5 harian gitu. Begitu pulang, besoknya langsung cabut Semarang untuk tes STIS tahap 2. Gile ye! Emang! Bahkan saya sampek bela-belain bawa buku psikotes buat belajar di Medan. Yaampun!

            Kami pun berangkaaaarrrrtttt!
            Pagi-pagi setelah Subuh, kami (Ayah, Ibuk, kakak dan saya) berangkat dari Boyolali ke Solo. Nyampe Bandara Adi Soemarmo sekitar jam 5 dan langsung check-in. Kemudian, kami terbang selama lebih-kurang satu jam untuk transit di Bandara Soekarno-Hatta. Di sana, kami nunggu sampai beberapa jam karena delay. Di saat-saat seperti itulah saya manfaatkan waktu buat baca-baca soal psikotes. Yaampun saya murid yang sangat budiman bukan? Lalu, penerbangan pun dilanjutkan dari Bandara Soeta ke Bandara Polonia Medan selama kurang lebih 2 jam.

            Dan sampailah kami di Bandara Polonia. Dan yak, akhirnya kaki saya nginjek tanah Sumatera. Kesan pertama : panas! Ciyusan, panas banget men! Makanya saya bersyukur banget tinggal di Boyolali yang sejuk udaranya. Kalaupun lagi panas, panasnya nggak sampe bikin pengen copot baju dan nyebur empang. Nyampe Polonia, kami sudah disambut Pakdhe yang memang bekerja di Bandara Polonia, jadi segala mecemnya udah diurus sama Pakdhe. Kami pun disambut sama Budhe dan Mbak Titi (sepupu saya) yang ternyata udah nungguin di bandara selama dua jam. Gileee.

            Setelah kakak saya menemui temannya yang juga dapet penempatan di Sumut, kami pun melaju meninggalkan Bandara Polonia menuju rumah makan Padang. Favorit nih! Masakan Padang selalu menjadi favorit saya. Dan selalu mengenyangkan!

            Sehabis itu, kami mengunjungi sepupu saya, yang mana adalah kakak dari Mbak Titi, Mas Widhi. Di sana saya ketemu ponakan saya (anaknya Mas Widhi) untuk yang pertama kalinya mehehe. 


( Ponakan (Fira) mehehee )

Lalu, kami pulang  deh ke rumah Pakdhe yang nggak begitu jauh dari bandara.
            Nyampe rumah Pakdhe, kita ngobrol-ngobrol sambil leyeh-leyeh mengistirahatkan diri. Yaudah, hari pertama cuma gitu sih. Karena liburan yang sesungguhnya ada di hari-hari selanjutnya. 
Tapi menjelang sore, kami (Pakdhe sekeluarga, saya sekeluarga dan kedua teman kakak saya) keluar lagi untuk ngecek lokasi kantor kakak dan dua temannya di Deli Serdang (baca : sebuah kabupaten di deket Medan). Anyway, lumayan jauh juga dan finally ketemu!

(kiri-kanan : saya-kakak-ibuk-bapak)

Hari-hari selanjutnya, ada wisata alam dan pengalaman lain yang nggak saya temui di kota saya. Tunggu postingan selanjutnya. Kalau bosen, nggak usah dibaca. Tapi kalau nggak ada kerjaan lain, baca postingan saya lumayan lah...nambah-nambah visitor, mau komen juga boleh banget. Boyeh..boyeh banget.

--Bersambung--

Salam Calon Traveler (Amin). Bye.