Kamis, 08 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #8. My Forever Moodbooster

#CeritaDariKamar Day8


Malem para bloggers. Eh, selamat idul fitri ya, maafin nopi yang suka nulis nggak jelas ini ya. Ngomong-ngomong, malem ini, waktu nulis postingan ini, saya lagi deserang migren dan perih mata yang hebat. Tapi demi kak Bara, saya tetep ngerjain #CeritaDariKamar hari ke-8 dong. Dan tema malam ini adalah "My Forever Moodbooster".

Iya, jadi kalo kata saya, setiap orang itu pasti punya sesuatu yang bisa membangkitkan semangat yang kalo kata anak-anak gahol/gaul/gahul/gawl namanya 'moodbooster'. Kalaupun ada yang ngerasa nggak punya moodbooster, coba deh dicari. Pasti ada. Siapa tahu nyungsep di sepatu. Atau mungkin sembunyi di kolong ranjang. Atau malah lagi sibuk main sama mantan #abaikansaja.

Kadang, moodbooster seseorang itu bisa berupa lagu, film, barang atau hal lain. Dan punya saya masuk dalam kategori barang. Iya, sebuah buku san sebuah amplop. Cukup simpel kan untuk sebuah moodbooster. Jadi, kenapa spesial? Karena buku dan amplop ini datang dari benua seberang. Amerika cyiiiin!

No no no, sebenarnya bukan karena darimana ini berasal. Tapi lebih ke arah rasanya. Kalau ngelihat buku dan amplop ini, rasa-rasanya passion saya meledak-ledak. Impian saya yang lagi surut tiba-tiba pasang lagi. Jadi tiap kali lihat booklet itu, saya teringat lagi akan mimpi-mimpi saya yang belum terwujud, dan masih harus dikejar. To be honest, buku itu selalu ada di meja saya. Nggak pernah saya masukin ke lemari, laci ataupun saku celana. Iya, selalu di meja. Supaya bisa saya lihat tiap hari. Dan to be honest lagi, saya hampir selalu berkaca-kaca tiap melihat buku itu. Mungkin sulit bagi orang lain untuk memahami, tapi buku dan amplop itu berharga banget buat saya. 

Maaf kalau tulisannya agak acakadut dan nggak jelas, karena :
- saya lagi migren
- udah malem
- seharian muter-muter
- saking semangatnya, malah jadi acak-adut
- mata perih .... liat kamu sama dia *eh #abaikanlagiya

Sekian *mulai terharu*


Salam Anak Moody.
Bye.

Rabu, 07 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #7. Another Reminder

#CeritaDariKamar Day7


  


Haloh semuanyah, malam ini adalah malam takbiran, yang bagi saya berasa sama aja kayak malam-malam yang lain. Ya, bener, malam yang saya habiskan untuk pacaran sama laptop. Miris memang. Tapi malam ini saya musti setor #CeritaDariKamar hari ke-7 sama kak Bara lagi. Oke, dan yang akan saya bahas adalah --- reminder. Iya, pengingat.

Pengingat ini bukanlah pengingat jaman sekarang yang serba digital. Reminder saya ini masih jadul, biar kedengeran gaul, sebut saja konvensional #apasih.

Jadi, reminder saya ini berupa kertas-kertas kecil beraneka bentuk, macam dan warna yang saya tempel di meja belajar saya. Jadi, tiap kali duduk di depan meja belajar, itu reminder bakalan otomatis terlihat dan terbaca oleh saya. Padahal saya jarang-jarang main di sekitar meja belajar *duh. Fungsi reminder ini sendiri adalah pengingat (tentu saja), karena saya memang termasuk orang yang agak susah inget (baca: pelupa).

Ya, bisa dilihat lah di gambar. 


 


Ada catatan tugas jaman SMA *sekarang udah jadi camaba*. Ada catatan utang pulsa. Ada jadwal pelajaran yang isinya cuma semacam kode. Tapi dari kesemua catatan saya, yang terpenting bagi saya adalah catatan-catatan yang berupa target dan motivasi. Banyak target dan impian tertulis di sana. Jadi, tiap kali saya melihat dan membacanya, saya senyum-senyum sendiri. Jadi lebih semangat. Meskipun ada beberapa target yang --- ah sudahlah! Tapi kertas-kertasnya masih saya tempel dan nggak pengen saya copot. Biar jadi kenangan, kalau saya pernah bermimpi mendapatkannya, lalu gagal, dan ditukar Tuhan dengan yang lebih baik *ceileeeh*.

Ya, gitu deh pokoknya. Nah kan, sayanya jadi keinget mimpi-mimpi yang belum terwujud
 *cakar tembok*

Ya sudah, mari kita berdoa, supaya mimpi-mimpi kita *ecieee kita* bisa terwujud ya. Amin.


Salam dari Sang Pemimpi.
Bye.



Selasa, 06 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #6. Kacamata Kedua


  #CeritaDariKamar Day6




Halo, #CeritaDariKamar hari ke-6 buat tantangannya kak Bara kali ini adalah tentang kacamata. Iya, kacamata ber-frame ungu ini adalah kacamata kedua saya. Jadi ceritanya, kacamata saya yang pertama itu salah satu kacanya copot gara-gara keinjek sepupu. Kampret memang. Sebenernya (mungkin) bisa sih dibenerin. Tapi, rusaknya kacamata saya itu juga malah bisa jadi alasan buat saya untuk...

    "Lah, daripada mbenerin pake ongkos lagi, mending ganti sekalian aja ya Buk? Ya Buk?"
Hahaha, rada modus sih. Tapi akhirnya berhasil. Dan dapetlah saya kacamata ini. Udah lama. Tiga tahun lalu lah. Saya bukan orang berkacamata. Pas jaman sekolah nggak pake kacamata. Kalau pergi-pergi juga nggak pake kacamata. Iya, kacamata saya ini emang barang rumahan banget. Dipakenya kalau pas di rumah aja. Pas baca, nulis, nonton TV dan lain-lain. Dulu, saya suka nekat nggak pake kacamata kalau lagi baca atau nonton TV. Alasannya, "Ah, belum parah kok minusnya!"

Walhasil, saya sering migren. Sejak itulah saya jadi selalu pake kacamata kalau memang lagi butuh. Tapi masih belum pede keluar pake kacamata. Mungkin karena orang-orang nggak terbiasa lihat saya pake kacamata ya. Tapi kemungkinan sebentar lagi, di masa perkuliahan ini *ceileeeh* saya akan rutin pake ini kacamata hahaha.

Well, nggak tahu lagi apa yang musti diceritain dari benda satu ini. Udah ya, gitu aja.

Salam Mata Minus. Bye.





Senin, 05 Agustus 2013

Traveling : Medan, Sumatera Utara - Day1


 Day 1
Haloh teman blogger semuanyah.
Lama banget saya nggak nulis tentang review perjalanan setelah terakhir ngepost soal Goa Pindul di Jogjakarta. Well, kali ini saya mau share pengalaman saya traveling ke Sumatera Utara. Yep, kota Medan dan sekitarnya meheheee.


            To be honest, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di ranah Sumatera. Ciyusan, sebelumnya saya nggak pernah keluar Pulau Jawa selain ke Bali waktu study tour jaman SMP. Nah, kenapa ke Sumatera Utara?


            Jadi, ceritanya beberapa waktu yang lalu kakak saya ditugaskan untuk berdinas di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang mana deket sama yang namanya kota Medan. Kebetulan banget, saya punya keluarga (Pakdhe) yang sudah lama berdomisili di Medan. Awalnya, kami mengira kalau kakak saya musti kesana waktu saya lagi musim ujian. Jadi, waktu itu rencananya yang nganter kakak saya cuma Ibu, sementara Ayah saya menemani saya mempersiapkan mental dan fisik menghadapi Ujian Nasional. Padahal saya belum pernah ke Medan *nangis dulu*.

            Tapi, yang namanya rejeki emang nggak disangka-sangka. Ternyata keberangkatan mundur setelah semua yang namanya ujian beserta tetek-bengeknya itu lenyap hahaha. Saya pun optimis untuk bisa ikut nganterin kakak ke Medan. Lalu--- kendala lain datang. Sebenernya ini adalah kabar baik. Jadi, saya dinyatakan lolos tes STIS tahap pertama dan harus mengikuti tes tahap 2 yang jadwalnya hampir nubruk sama jadwal di Medan. Nah loh! Ini susyeh banget sumpah, antara masa depan dan kesempatan bersenang-senang. Akhirnya, kami berangkat sekitar seminggu sebelum tes itu diadakan. Jadi, kami disana sekitar 5 harian gitu. Begitu pulang, besoknya langsung cabut Semarang untuk tes STIS tahap 2. Gile ye! Emang! Bahkan saya sampek bela-belain bawa buku psikotes buat belajar di Medan. Yaampun!

            Kami pun berangkaaaarrrrtttt!
            Pagi-pagi setelah Subuh, kami (Ayah, Ibuk, kakak dan saya) berangkat dari Boyolali ke Solo. Nyampe Bandara Adi Soemarmo sekitar jam 5 dan langsung check-in. Kemudian, kami terbang selama lebih-kurang satu jam untuk transit di Bandara Soekarno-Hatta. Di sana, kami nunggu sampai beberapa jam karena delay. Di saat-saat seperti itulah saya manfaatkan waktu buat baca-baca soal psikotes. Yaampun saya murid yang sangat budiman bukan? Lalu, penerbangan pun dilanjutkan dari Bandara Soeta ke Bandara Polonia Medan selama kurang lebih 2 jam.

            Dan sampailah kami di Bandara Polonia. Dan yak, akhirnya kaki saya nginjek tanah Sumatera. Kesan pertama : panas! Ciyusan, panas banget men! Makanya saya bersyukur banget tinggal di Boyolali yang sejuk udaranya. Kalaupun lagi panas, panasnya nggak sampe bikin pengen copot baju dan nyebur empang. Nyampe Polonia, kami sudah disambut Pakdhe yang memang bekerja di Bandara Polonia, jadi segala mecemnya udah diurus sama Pakdhe. Kami pun disambut sama Budhe dan Mbak Titi (sepupu saya) yang ternyata udah nungguin di bandara selama dua jam. Gileee.

            Setelah kakak saya menemui temannya yang juga dapet penempatan di Sumut, kami pun melaju meninggalkan Bandara Polonia menuju rumah makan Padang. Favorit nih! Masakan Padang selalu menjadi favorit saya. Dan selalu mengenyangkan!

            Sehabis itu, kami mengunjungi sepupu saya, yang mana adalah kakak dari Mbak Titi, Mas Widhi. Di sana saya ketemu ponakan saya (anaknya Mas Widhi) untuk yang pertama kalinya mehehe. 


( Ponakan (Fira) mehehee )

Lalu, kami pulang  deh ke rumah Pakdhe yang nggak begitu jauh dari bandara.
            Nyampe rumah Pakdhe, kita ngobrol-ngobrol sambil leyeh-leyeh mengistirahatkan diri. Yaudah, hari pertama cuma gitu sih. Karena liburan yang sesungguhnya ada di hari-hari selanjutnya. 
Tapi menjelang sore, kami (Pakdhe sekeluarga, saya sekeluarga dan kedua teman kakak saya) keluar lagi untuk ngecek lokasi kantor kakak dan dua temannya di Deli Serdang (baca : sebuah kabupaten di deket Medan). Anyway, lumayan jauh juga dan finally ketemu!

(kiri-kanan : saya-kakak-ibuk-bapak)

Hari-hari selanjutnya, ada wisata alam dan pengalaman lain yang nggak saya temui di kota saya. Tunggu postingan selanjutnya. Kalau bosen, nggak usah dibaca. Tapi kalau nggak ada kerjaan lain, baca postingan saya lumayan lah...nambah-nambah visitor, mau komen juga boleh banget. Boyeh..boyeh banget.

--Bersambung--

Salam Calon Traveler (Amin). Bye.


Cerita Dari Dalam Kamar #5. Si Mocil

#CeritaDariKamar Day5 




Masih dengan #CeritaDariKamar saya di hari ke-5 untuk mememenuhi tantangan dari kak Bara. Well, barang di kamar saya yang jadi objek adalah "si Mocil". Mocil ini adalah boneka kucing warna loreng-loreng putih dan coklat muda.

 Lalu? Begini sejarahnya ...

Jadi sebenernya, nama Mocil ini saya ambil dari nama mantan kucing saya. Iya, mantan. *nangis dulu*.

Jadi, dulu, saya punya kucing yang warnanya juga loreng-loreng putih-coklat gitu, mirip sama bonekanya.Waktu saya ambil dari rumah embah (baca : nenek) saya, dia masih kecil banget. Imut. Ya, kayak saya ginilah imutnya *kemudian dibakar massa*. Lalu, saya namakan dia Mocil dan saya pelihara dia di rumah. Mocil ini lincah banget, saking lincahnya, baru lima menit ditinggal, saya-nya udah bingung nyariin. Eh ternyata udah main aja di atas kasur. Dasar!

Sayangnya, si Mocil ini kayaknya homesick gitu, kangen rumahnya (baca : rumah nenek saya). Karena sebenernya si Mocil ini punya 2 saudara sepantaran. Jadi, pas say ambil Mocil doang, kayaknya 2 saudaranya ini nggak rela. Dan Mocil juga kayaknya masih pengen kumpul sama saudara-saudaranya tadi *sok tau*. Jadilah si Mocil ini maunya keluar rumah terus. Saking takutnya dia kabur, si Mocil ini sampai tak masukin kurungan burung. Soalnya saya nggak punya kandang kucing. Maaf ya Cil sayang :*

Karena kasian, akhirnya Bapak saya ngembaliin si Mocil ke rumahnya dan dia kumpul lagi sama dua saudara dan juga emaknya. Dan waktu Bapak ngembaliin itu, saya pas masih sekolah. Jadi pas pulang --- dan mendapati itu kurungan udah kosong --- sempet kesel juga. Tapi ya udahlah.

Karena hampir tiap Minggu saya ke tempat embah, jadinya masih bisa ketemu Mocil tiap Minggu. Lalu, hari itu tiba. Hari Minggu, harinya embah, harinya ketemu Mocil. Dan ternyata --- Mocil udah mati beberapa hari yang lalu *nangis guling guling*

Beberapa bulan kemudian, saya ulang tahun. Dan ya, alhamdulillah ada kado dari beberapa temen dan saudara. Salah satunya dari bulik (baca : tante) saya. Isinya? Jeng---jeng... boneka kucing tadi. Krik krik krik.

Dan waktu itu karena pas saya buka, Bulik saya ini lagi pergi (baca : mudik) agak lama, jadinya saya ngucapin terima kasih untuk yang kedua kalinya lewat SMS. Dan beliau bilang...

"Buat gantiin Mocil"

Ah, jadi pengen nangis kan ini. Dan sejak hari itu, boneka ini saya panggil Mocil. Jadi kalau lihat boneka ini jadi keinget lagi sama Mocil. Mirip sih. 


 Ini si Mocil yang asli :*

Oke mungkin beberapa diantara kalian nganggep lebay atau gimana. Tapi ya emang gitu kalau udah sayang. Mau sayang sama manusia, hewan bahkan barang. Mwaha. Kangen Mocil :*


Salam Kucing. Bye.

Minggu, 04 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #4. Kaset Pita


#CeritaDariKamar Day 4


#CeritaDariKamar saya hari ke-4 yang masih ditulis dalam rangka ikutan proyeknya kak Bara ini berkisah tentang kaset-kaset lama saya. Nggak banyak. Cuma 7 biji. Sebenernya kalo di rumah masih lumayan banyak. Tapi beberapa diantaranya punya kakak dan bapak saya. Dan yang punya saya ya ini, cuma 7 ini. Dan ini udah lama banget nggak diputer. Karena playernya sudah rusak *self-puk-puk*

Ini koleksi kaset lama banget. Beberapa diantaranya saya beli waktu masih SD, sementara yang lain SMP kelas 1. Karena setelah itu, saya nggak tertarik sama kaset pita lagi. Atau lebih tepatnya --- udah nggak jaman?

Begini nih review abal-abal dari saya. Dan inget ya, ini cuma seingat saya saja...




1. WESTLIFE - ALBUM FACE TO FACE

Kaset ini saya beli waktu masih SD.Dulu pas saya masih TK, kakak saya (SMP) ngefans banget sama boyband yang satu ini, tiap hari dengerin lagunya. Mau nggak mau saya juga ikut ngedengerin. Walhasil, ketularan juga. Tapi seiring berjalannya waktu, selera musik saya berubah. Ya nantilah simak aja sampai habis. Inget banget     saya belinya di toko 'PEPAK KASET' yang mungkin sekarang lebih banyak dijual buku daripada kasetnya. Duh. Kaset pita emang sudah mau punah ya ceritanya?

2.KELLY CLARKSON - ALBUM BREAKAWAY

Ini juga saya beli pas masih SD.Dulu beli kaset ini cuma karena seneng lagu "Because of You" doang. Dan ternyata setelah didengerin full, nggak nyesel kok beli ini. Bagus-bagus lagunya. Dan kalo lagi ndengerin sambil nyanyi (duet sama Mbak Kelly ceritanya, suara saya langsung serak setelahnya. Range vokalnya gila bener *nyerah*.

3.BLUE - ALBUM ONE LOVE

Ya ampun, ini mah dibeli pas jaman SD juga. KOk dulu selera musik saya gitu ya? Padahal sekarang jadi gini loh, nggak gitu lagi #apasih. INi juga hasil kontaminasi kakak saya nih yang demen boyband western. Tapi tetep, lagu andalan mereka yang judulnya "One LOve", masih saya hafal sampai sekarang. mwahaa.

4.NIDJI - ALBUM BREAKTHROUGH

Satu-satunya album pribumi yang saya beli *malu*. Dan kalau nggak salah itu album pertama NIdji juga ya? Dan semenjak itu saya ngefans sama Nidji. Termasuk Bapak saya, yang selalu ikut nyanyi kalau lagi nyetel kaset ini. Mendadak, beliau menjadi seorang Nidjiholic -__-
Oiya, ini kaset Nidji dibeli pas kelas 6 SD kalo nggak salah sih.


5.GREEN DAY - ALBUM AMERICAN IDIOT

Ini juga saya beli pas SD. Totally cool! Lagu favorit : Jesus of Suburbia. Iye, lagu yang sepanjang kereta itu asik banget. Ya, gitulah pokoknya.Dari sini, genre musik saya mulai berubah hahahaa. Tahu kan jadi gimana?

6. MY CHEMICAL ROMANCE - ALBUM THREE CHEERS FOR SWEET REVENGE

Sebenernya, album MCR yang kedua ini keluarnya tahun 2004. Tapi karena waktu tahun 2004 saya baru kenal MCR dan baru mulai benar-benar ngefans dan dan jadi MCRmy di tahun 2006 -- jadilah saya telat beli. Barulah pas SMP (kayaknya 2008), saya berhasil mendapatkannya, dengan perjuangan keras *usap air mata*. Karena rilis 2004 dan belinya 2008. Bisa dibayangin nyari barangnya sesusah apa kan? Jadi, alhamdulillah ya Allah bisa dapet. Semua lagu di dalemnya suka. Favorit : Semuanya. Paling favorit diantara yang favorit : I'm Not Okay. 

7. MY CHEMICAL ROMANCE - ALBUM WELCOME TO THE BLACK PARADE

Ini nih album fenomenalnya MCR. Nggak perlu direview lagi karena mestinya semua orang sudah tahu. Lagu favorit : semua. Paing favorit diantara yang favorit : Disenchanted. Well, jadi kangen sama MCR. Balikan dong plis balikan *nyiumin kaset MCR*

Oke, begitulah cerita saya tentang kaset pita di hari ke 4 dalam #CeritaDariKamar saya. Cerita kamu, gimana?

Salam Minggu Malam...

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cerita Dari dalam Kamar #3. Bangau Kertas


#CeritaDariKamar Day 3

Gambar itu adalah sebagian dari burung-burungan kertas yang telah saya buat semenjak duduk di kelas 2 SMA, dan sekarang saya sudah hampir menjadi seorang mahasiswi. Boleh percaya boleh nggak, mitosnya, kalau sesorang berhasil membuat burung-burungan (bangau) kertas sejumlah 1000, maka keinginan atau mimpinya akan terkabul. Kalau nggak salah itu kepercayaan orang Jepang ya? Eh atau bukan? *lupa*

Seingat saya, dari apa yang pernah saya baca, dulu--- di Jepang ada seorang anak yang sakit atau gimana gitu. Terus dia bikin burung-burungan kertas. Tapi sampai dia meninggal, jumlah burung-burungan yang dia buat nggak mencapai angka yang ditargetkan --- 1000. Tapi kemudian teman-temanya yang begitu sayang sama dia, melanjutkan perjuangannya membuat burung-burungan kertas. Bener gini nggak sih ceritanya? *sok tau*

Memenuhi tantangan dari kak Bara untuk membuat #CeritaDariKamar yang mana hari ini merupakan hari ke-3, mata saya langsung tertju pada warna-warni kertas yang lama tak tersentuh itu. Dengan plastik bening, kertas-kertas yang sudah saya lipat menjadi burung-burungan sejak duduk di kelas 2 SMA itu saya simpan. Terdapat dua plastik, dan masing-masing plastik berisi 100 burung-burungan. Jadi, seluruhnya ada 200. Baru seperlima dari angka 1000. Dan saya jadi ingat, saya sering membuatnya di jam pelajaran. Sejak kelas 2 sampai kelas 3 SMA. Kelas 3 akhir, saya sama sekali tak menyentuhnya lagi sampai malam ini tadi. Hmm... rasa-rasanya saya masih ingin melanjutkan perjuangan untuk bisa sampai di angka 1000. Bukan, saya bukan orang yang mudah percaya mitos seperti itu. Hanya saja, dari awal (awal memulai membuat burung-burungan kertas), saya memang sudah berniat untuk membuat 1000 buah. Jadi rasanya kalau saya bisa mencapainya, kepuasan batin akan saya dapatkan. Doakan ya! 

Terlepas dari mitos itu, tetap doakan saya ya supaya mimpi-mimpi saya --- kamu ---mereka ---kita semua ---bisa terwujud *senyum semanis Raisa* *kemudian ditimpuk*

Salam bloggerrrr!!


Jumat, 02 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #2. Keping-keping Impian

 *CeritaDariKamar Day2

Pagi ini, kala seluruh penghuni rumah, kecuali aku, tengah menyibukkan diri untuk bermesraan dengan Tuhan di masjid, aku hanya di sini. Di sini saja. Di dalam kamar. Rasanya enggan untuk beranjak. Sejenak pikiranku mulai berjalan. Kemanapun ia mau. Dan aku masih saja (sudi) mengikutinya.

Lalu ia berhenti. Berhenti pada satu waktu dimana memori haru kesenangan dan kesedihan berpadu satu. Dimana seolah semua yang kuimpi-impikan terhenti. Dimana perjuanganku selama ini serasa sia-sia. Tak berarti. 

Kupaksakan kakiku untuk beranjak. Kutarik kursi di depan meja, dan kupandangi apa yang tersuguh di atasnya. Sebuah buku berkover orange. Chicken Soup for the Writer's Soul : Harga Sebuah Impian. Entah sudah berapa kali aku menamatkannya. Tapi tiap kali aku membutuhkan sesuatu untuk menggebrak lagi mimpi-mimpi itu, dia selalu ada. Sekadar untuk kubaca. Dan aku akan tersenyum lagi setelahnya. Terima kasih.

(Masih ikut #CeritaDariKamar nya kak Bara nih. mehee)


Kamis, 01 Agustus 2013

Cerita Dari Dalam Kamar #1.Melepas Rindu dalam Warna

Malam ini cahaya terang masih memendar dari layar notebook di hadapanku. Pagi, siang, malam. Apa yang bisa kuperbuat dengan deadline mengejarku tanpa ampun belakangan ini? Lalu beginilah kehidupanku seminggu ini. Ya, mata lelah, bahu pegal, tidur tak nyaman karena terus memikirkan deadline.

Rasanya aku ingin membaringkan tubuhku ke atas kasur barang lima menit saja. Memejamkan mataku untuk sekadar menghilangkan perihnya. Lalu membukanya lagi. Mengedarkan padangan ke seluruh ruang kamarku yang berwarna biru langit, dengan beberapa bagian yang sengaja kucat hitam. Lalu aku akan terhenti pada bagian itu. Iya, dua sisi dinding yang hampir penuh dengan bingkai-bingkai yang membalut gambaran-gambaran masa kecil. 

Mendadak aku merasakan rindu yang tak terkira. Rindu pada kertas-kertas gambar, skecthbook, pensil, crayon. Aku rindu semua tentang menggambar. Hei, kemana saja aku selama ini? Aku terlalu sibuk dengan hal lain. Hal lain yang mungkin tak mendapatkan cinta sebesar cintaku pada lukisan-lukisan itu.

Pada kertas, pensil dan crayonku yang tersayang, maukan kalian menungguku sebentar lagi? Sebentar saja. Sampai deadline ini berlalu. Dan kita akan saling melepas rindu, dalam warna.


(Ini postingan iseng-iseng karena pengen turut meramaikan projectnya kak Bara, Cerita Dari Dalam Kamar. Hehe)

Kamis, 18 Juli 2013

Liebster Blog Award

Jadi, ceritanya beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan ke blog-nya mbak doodler nan kece, iya, mbak yessiow. Nah, pas banget deh saya nemu postingannya tentang Liebster Blog Award ini dan akhirnya saya ngemis-ngemis   minta, dan mbak yessiow dengan baiknya memberikan award itu pada blog saya ini. 






Oke, jadi begini aturan mainnya :
 -Setiap blogger musti nulisin 11 fakta tentang dirinya
-Terus, jawab 11 pertanyaan dari pemberi blog
-Lalu, kasih award ini ke 11 blogger yang lain


Langsung aja ye, ini 11 fakta tentang sayaaah :
1. Pendiam, kadang. Kalo belum kenal pasti bilangnya saya pendiam. Kalo udah kenal, ya gitudeh.
2. Nama panjang saya Novi Cahyaning Mumpuni. Iya, gitu.
3. Ada yang manggil saya novi,nopi, mumpuni? jarang sih kalo itu.
4.Suka nggambar, tapi lebih sering gagalnya.
5. Aku mau jadi Maba *horeee
6. Suka baca novel.
7. Suka nyanyi sambil mandi
8. Gampang ngantuk.
9. Kalo lagi ga mood, ga bakal ngapa-ngapain kecuali makan
10. Suka Paramore
11. Suka kamu *eh


Terus ini jawaban saya buat pertanyaannya mbak yessiow...

1. Nama panjang kamu siapa?
 Novi Cahyaning Mumpuni

2. Hobi kamu apa?
Nggambar, nyanyi, jalan-jalan, bersepeda
 
3. Cita-cita kamu apa?
 Arsitek, fashion designer, penulis :)

4. Jumlah mantan kamu berapa?
Duh..jangan ngebuka luka lama kenapaaah? 
5. Suka nyepik atau disepik-in? kenapa?
Yaahaa, pengennya nyepik sih, tapi...

6. Tau selebtweet kan? pengen jadi seleb tweet nggak? kenapa?
Tau. Kalo jadi boleh, kalo enggak juga nggak papa. meheheee
7. Apa arti pujian buat kamu?
Motivasi aja biar lebih baek...

8. Percaya Zodiak atau nggak? kenapa?
Kadang sih, buat hiburan aja...
9. Pernah LDR atau nggak? kalo pernah, berapa kali? *boleh diceritain sekalian*
Enggak.

10. Pilih nonton atau baca?
Baca dulu, abis itu nonton...hahaaa

11. Bales mention mending reply atau RT?
Tergantung kebutuhan sih haha 

Nah, begitulah..sekarang saya mau kasih award ini ke 11 blogger lain. Kalo mau, mohon kasih komen yak :)
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.


Baiklah, kelar sudah ya kewajibannya. Kalo mau awardnya, jangan sungkan untuk kasi komen ya...